Tampilkan postingan dengan label Humor Buddhis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Buddhis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juli 2015

Humor Buddhis: HUMOR SILA KE 5

HUMOR SILA KE 5



Ada umat Buddhis yang bertanya soal Pancasila Buddhis kepada seorang Bhikkhu senior ..

Umat : Bante, setelah saya renungkan mengenai Pancasila Buddhis ini, diantara 5 sila itu sebenarnya hanya Sila ke 5 –lah yang tidak merugikan orang lain, makanya oleh Sang Buddha urutannya ditaruh di paling akhir , Berarti kalau hal itu dilakukan kan nggak apa-apa Bante ?

Bhikkhu : Maksud lo...? coba jelaskan satu persatu.....

Umat : Begini bante, Sila Pertama kan berbunyi “...tidak melakukan pembunuhan”, jadi kalau kita lakukan berarti ada orang lain yang dirugikan.

Sila kedua ;  “..tidak mengambil barang yang tidak diberikan”, inipun kalau kita lakukan berarti ada orang lain yang dirugikan.

Sila ketiga ; “...tidak melakukan perbuatan seksualitas yang tidak dibenarkan, artinya tidak boleh berzinah..”, ini juga kalau kita lakukan berarti ada obyek atau orang lain yang dirugikan.

Sila keempat; “...tidak mengucapkan ucapan yang tidak benar, yang berarti tidak boleh berbohong ”., inipun kalau kita lakukan berarti ada orang lain yang dirugikan.

Nah...Sila yang kelima ; “ .... tidak minum segala minuman keras  yang dapat menyebabkan lemahnya kesadaran (ketagihan)”., kalau ini kita lakukan kan nggak ada obyek atau orang lain yang kita rugikan, Bante?
Lha wong saya minumnya didalam kamar, yang minum diri saya sendiri, pintu saya kunci dari dalam...nah...kan nggak ada orang lain yang bisa saya rugikan, Bante?

Bhikkhu : (sambil geleng-geleng kepala...) “..dengerin ya hei.. pemabuk....,Justeru Sang Buddha menaruh sila kelima itu di nomor urutan paling bawah karena paling mendasar, karena sila ke 5  itu-lah yang bisa menyebabkan pelanggaran terhadap semua sila-sila yang diatasnya ! “

“Kalau kamu udah mabok, mana inget lagi saat itu kamu buka kamar, keluar rumah...dan sampai diluar kamu masuk ke Bar, disenggol orang lain jadi marah dan membunuh orang itu. Kemudian karena minumanmu habis, lalu kamu nyomot begitu saja botol minuman yang ada di Bar itu tanpa bayar, terus kamu ketemu cewek bahenol..dirayu dan terjadi perzinahan..., lalu ada orang tanya ama kamu, “ hei Boss lagi teler ya ?”  Kamu jawab : “ Siapa bilang aku teler...Huhhh...20 botol lagi aku masih bisa setir mobil sampai dirumah nih ......enak aja kau bilang aku mabok...?! “(sambil jalannya gloyor-gloyor nabrak meja sana-sini).

Kalau kamu membunuh , mencuri, berzinah, dan  berbohong,  semua perbuatan itu tidak akan membuatmu jadi mabok.
Tapi kalau kamu Mabok.., kemungkinan untuk  membunuh, mencuri, berzinah maupun berbohong, semuanya bisa terjadi...karena kamu nggak inget apa yang sedang kamu perbuat itu, wes mudeng ( udah ngerti) nggak sekarang ?”

Umat : “ Ampun Bante..., ternyata masuk akal juga Sang Buddha naruh Sila ke 5 itu dipaling bawah, ya Bante ?..”

Bhikkhu : “ Lha iyalah...” sahut Sang Bhikkhu sambil ngloyor dan garuk-garuk kepala padahal tidak gatal.

Humor Buddhis: SANG KOKI DAN UTUSAN RAJA

SANG KOKI DAN UTUSAN RAJA


Seorang Utusan dari pemerintahan mendatangi Biara Shaolin untuk mewawancarai Koki /Tukang masak yang sangat terkenal di negeri itu karena selain kepiawaiannya dalam mengelola masakan vegetarian, juga membuat para murid Shaolin memiliki kekuatan tubuh dan kesehatan yang prima.

Untuk mengetahui ‘apa rahasianya’,  ia melakukan wawancara dengan si Koki sambil menyaksikan murid-murid Shaolin sedang berlatih Kungfu.

Utusan : “ Makanan apa yang membuat murid-murid Shaolin ini tampak begitu sehat dan kuat walaupun mereka semua adalah vegetaris ?

Koki : “ Maksud anda murid-murid yang berseragam hitam atau putih ?”

Utusan : “ Oh..kalau yang berseragam Hitam ?”

Koki : “ Yang berseragam hitam itu makanannya sayur-mayur dari hasil bercocok tanam sendiri “.

Utusan : “ Oh..luar biasa, nah..kalau yang berseragam Putih ? “

Koki : “ Kalau yang berseragam putih, yah sayur-mayur dari hasil bercocok tanam sendiri juga “

Utusan : “ ??..,O iya... Dalam sehari, mereka boleh makan berapa kali ? “

Koki : “  Yang mana maksud anda, yang berseragam hitam atau yang putih ?”

Utusan : “ Oh..ada perbedaan ya ?..Kalau yang berseragam Hitam ? “

Koki : “ Tiga kali sehari “

Utusan : “ Kalau yang berseragam Putih ? “

Koki : “ Yang berseragam putih, yah sama juga tiga kali sehari”.

Si orang Utusan sudah mulai gregetan dan berkomentar : “ Dari tadi anda kalau saya tanya selalu menanyakan yang berseragam hitam atau yang putih, tetapi jawaban anda selalu sama, saya jadi mulai bingung dengan penjelasan anda seperti itu !”

Koki : “ Ooohh..anda jangan salah paham dulu Tuan, begini, Kalau yang berseragam Putih itu adalah Asli murid-murid Biara Shaolin disini “.

Si Utusan sudah tidak sabar lagi : “ Jadi, maksud anda yang berseragam hitam itu bukan asli murid-murid Biara Shaolin disini, begitu kan ? “

Koki : “ Yah...yang berseragam hitam adalah murid-murid asli Biara Shaolin disini juga sih...”

Utusan mulai senewen dan sewot : ‘ Waduuuhh..kalau begitu gak perlu di bedakan yang berseragam hitam dan putih dong ah...!!”

Koki : “ Beda dong Tuan, kalau yang berseragam hitam kan tempat makannya pakai mangkok “

Utusan : “ Huhhh...kan sama aja yang berseragam Putih tempat makannya pakai mangkok juga , ya kan ?!”

Koki : “ Ya iyalah Tuan...Tetapi kan seragamnya tidak hitam !”

Utusan : @#$%*&!@??#%#&!!!!! ( sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya) ia ngedumel sendiri : “ Karma apa yang pernah kulakukan dimasa lampau ...koq aku bisa dipertemukan dengan Koki model begini...arrrgghhh...”

Koki : “ Sekarang sudah jelas perbedaannya kan Tuan ? “

Utusan (sambil menahan nafas-geramnya) :” Boleh saya minta obat untuk sakit kepala ?”

Koki : “ Ohh..kenapa Tuan , anda sakit kepala ya ?, baik akan saya ambilkan, tunggu sebentar...,mmm...tapi...disini ada 2 macam bentuk obat yang berbeda, yang berbentuk kapsul dan yang cair, Tuan mau yang mana?

Utusan : “ baiklah..saya mau yang cair saja..”

Koki : “ Kalau yang cair khusus untuk sakit kepala yang sangat berat Tuan”

Utusan : “ Kalau yang kapsul ?”

Koki : “ Yah...sama juga sih..!”

Utusan : @#&*$+=%@!... Buddha help me please...!!

Humor Buddhis: MUSA VS BHIKSU

MUSA VS BHIKSU
Pada suatu pagi, Musa bersimpangan jalan dengan seorang Bhiksu, Ia pun menyapa :



“ Met pagi Pak Bhiksu, apa kabar dan mau kemana nih...”



Bhiksu : “ Oh.., Pak Musa, saya baik-baik saja, saya hanya ingin menghirup udara segar pagi ini”.



Musa : “ Mmm.... bagaimana kalau kita main-main adu kemampuan, setuju ?”



Bhiksu : “ ah...anda ada-ada aja.., tapi bolehlah, anda yang terlebih dulu memulainya, ok ?”



Musa : “ Deal !”



Maka Musa pun menunjukkan kebolehannya..., ia pun membelah Lautan.



Giliran si Bhiksu... , ternyata ia juga bisa melakukannya.



Musa pun membelah langit.



Bhiksu pun juga sanggup melakukannya.



Musa membelah sebuah batu besar dan dari batu tsb. keluar airnya...



Lagi-lagi si Bhiksu mampu melakukan hal yang sama.



Musa terdiam sejenak sambil berpikir : “ Ternyata bhiksu ini hebat juga.., apapun yang kulakukan, dia juga mampu melakukannya...”



Tiba-tiba Musa mengeluarkan sebuah sisir dan membelah tengah rambutnya...


si Bhiksu terkesima melihat hal itu sambil meraba kepalanya sendiri dan spontan ia bilang : “ Yahhh...nyerah deh gue..!”.

Humor Buddhis: BHIKKHU DAN ORANG GILA

BHIKKHU DAN ORANG GILA

Karena semasa hidupnya yang lampau ia hobby sekali menyiksa ayam sebelum dijadikan santapannya, maka saat ia meninggal, ia terlahir kembali sebagai orang gila yang mengira dirinya itu jagung. Jadi dia takut banget sama ayam karena takut banget di patok dan makan oleh ayam.
Tiap kali melihat ayam dia pasti lari tunggang langgang. Akhirnya oleh pihak keluarganya (keluarga Buddhis), orang gila ini dimasukin ke sebuah Vihara yang konon di vihara itu  ada seorang Bhikkhu yang dapat menyembuhkannya.
Setahun… dua tahun.. tiga tahun… akhirnya dia dipanggil oleh sang bhikkhu.
“ Kamu tau siapa saya ?” tanya si bhikkhu.
“ Saya mengenali anda sebagai bhikkhu di Vihara ini , terimalah hormat saya bhikkhu..” (sambil ber-namaskara).
sang Bhikkhu tersenyum dan melanjutkan pertanyaannya :
“Kamu sudah tau sekarang kamu ini siapa?”
“Sudah bhikkhu,” sahut si orang gila
“Jadi kamu ini siapa?”
“Saya orang, bhikkhu.”
“Bener?”
“Iya bhikkhu, saya orang.. bukan jagung.”
“Jadi kamu gak takut lagi sama ayam kan?”
“Enggak bhikkhu.. gak takut lagi..”
“Tapi bhikkhu,” sela si orang gila,” saya ada satu pertanyaan..”
“Apa itu?”
“Ayam-ayam itu….. tau gak ya kalau saya sudah berubah jadi orang?”
Bhikkhu : “ alamaaaak... “!@*%?!*^&+(><)##!!”

Kotbah terakhir SANG BUDDHA D i Hutan Sala milik Suku Malla, di antara Pohon Sala besar di dekat Kusinara, Sang Buddha memberikan kot...